Jumat, 28 Februari 2020

Jenis-Jenis Tumpeng dan Kegunaanya


Seperti yang kita semua ketahui, tumpeng merupakan bagian budaya dan sampai saat ini masih digunakan untuk mengisi momen penting dalam masyarakat kita. Setiap daerah memiliki ciri akan tumpeng tersendiri. Banyak orang yang tinggal di ibukota sendiri nasi tumpeng juga masih menjadi pilihan. Nasi tumpeng Jakarta Selatan sangat banyak dipesan di ibukota.

Jenis-Jenis Tumpeng dan Kegunaanya
Tumpeng Putih
Tumpeng warna putih ini biasanya digunakan untuk syukuran pada saat ada acara adat. Sayur dari tumpeng putih memakai kluban urap yang tidak pedas. Menggambarkan kesucian yang terjaga, nasi tumpeng putih juga menggunakan jumlah sayuran yang ganjil. hal tersebut berkaitan dengan angka yang disukai oleh umat Islam yakni angka-angka ganjil.
Tumpeng putih biasanya dibuat bertingkat dan biasanya ada tiga tingkat dari tumpeng putih. Pertama menggambarkan dunia saat ada dalam kandungan. tingkat kedua adalah dunia kita saat ini dan tingkat ketiga merupakan dunia setelah kematian. Makna yang mendalam pada tumpeng ini memang digambarkan sedemikian rupa untuk mengingatkan kita.

Tumpeng Kuning
Tumpeng kuning sebenarnya memiliki substansi yang tidak jauh berbeda dari tumpeng putih. Tumpeng kuning sudah digunakan sejak zaman kerajaan di Indonesia. Memang tumpeng kuning ini menggambarkan kemegahan dan kegagahan. Sayur dari tumpeng kuning saat ini sudah mengalami perubahan.
Zaman dahulu kita akan disuguhi ayam panggang namun kini, usai modernisasi nasi tumpeng dilengkapi dengan ayam goreng tepung dan telur. Hal ini memang tidak masalah mengingat tumpeng memang tidak memiliki aturan baku.

Tumpeng Robyong
Acara seperti khitanan dan juga hajatan biasanya menggunakan tumpeng jenis ini. Tumpeng robyong memiliki ciri khas yakni pada ujungnya terdapat telur ayam utuh, bawang merah dan juga terasi. Disekitar tumpeng ada sayur yang ditata tidak beraturan, hal ini untuk menambah kesan mewah pada tumpeng robyong.
Pada saat ini tumpeng robyong sudah jarang digunakan. Mungkin hanya masyarakat adat yang mengerti arti filosofis dari tumpeng tersebut saja yang masih menggunakannya.. Masyarakat awam kebanyakan lebih memilih tumpeng biasa sebagai pilihan karena lebih simpel dan mudah ditata.

Tumpeng Bango Tulak
Tumpeng masih dipakai para masyarakat adat untuk menolak balak. Hal tersebut masih dipercaya oleh para masyarakat adat di Indonesia. Tumpeng ini biasanya menggunakan sayuran berwarna gelap, sedangkan untuk nasinya menggunakan nasi berwarna putih. Sayuran gelap dan kacang kedelai hitam biasanya menjadi pilihan untuk menemani tumpeng bungo tulak.

Tumpeng Dhuplak
Tumpeng jenis ini menggunakan ayam rebus dan juga tempe sebagai teman. Jenis  tumpeng ini masih sering dipesan di daerah perkotaan. Hal tersebut karena rasanya yang unik. Penggunaan ayam rebus merupakan hal yang sudah jarang dilakukan di kota besar. Selain memakan waktu lama, rebusan ayam juga butuh diamati secara terus menerus.
Kesulitan pembuatan menjadi salah satu faktor tumpeng tipe ini masih dicari hingga saat ini. Pada beberapa kesempatan ayam rebus digantikan dengan ayam ingkung. Hal tersebut justru memperkaya rasa dari tumpeng tersebut. Namun sekali lagi, cara pembuatan yang rumit menjadi alasan tumpeng ini sering dipesan sebab membuatnya sendiri akan sangat menyulitkan.

Tumpeng Mitoni
Sebagaimana namanya, tumpeng ini dibuat untuk memperingati hamil ke 7. Keunikan dari nasi tumpeng ini adalah ada 7 kerucut pada 1 tampah. Nasi di tengah adalah nasi yang ukuranya paling besar. 6 tumpeng lainya ditata mengitari tumpeng utama. Biasanya orang percaya bahwa pembuatan tumpeng ini untuk selamatan si jabang bayi dan ibu.
Indonesia memiliki sangat banyak varian nasi tumpeng. Kota-kota besar sangat menggemari nasi tumpeng untuk acara keluarga hingga acara bisnis. Anda tidak perlu kebingungan dalam mencari nasi tumpeng Jakarta Selatan, anda hanya perlu berkunjung ke www.royaltumpeng.com  di sana tersedia beberapa pilihan nasi tumpeng untuk Anda.